Namun, PT Nissan Motor Distribution Indonesia (NMDI) ternyata tengah menyiapkan strategi untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Mereka mempertimbangkan hadirnya varian X-Trail e-Power yang lebih terjangkau, tanpa teknologi e-4orce atau sistem dual motor seperti versi saat ini.
Respons terhadap Permintaan Konsumen
Head of Sales and Product Planning PT NMDI, Bima Aristyanto, mengungkapkan bahwa banyak konsumen memberikan masukan agar Nissan menghadirkan opsi yang lebih ramah di kantong namun tetap mempertahankan sensasi berkendara khas e-Power.
“Itu salah satu opsi yang kami pelajari. Sekarang X-Trail e-Power hadir dalam trim paling tinggi, e-4ORCE. Apakah nanti akan muncul versi seperti Serena atau Kicks e-Power yang hanya single motor? Itu yang sedang kami pelajari,” ungkapnya saat hadir di sela media test drive di Lembang medio Oktober lalu.
Bima menambahkan, studi tersebut juga mencakup evaluasi mengenai harga jual yang ideal agar tetap menarik bagi calon pembeli di segmen SUV elektrifikasi menengah.
“Kami ingin tahu apakah secara harga bisa cocok. Karena dari konsumen juga sudah ada masukan, mereka ingin ada pilihan di bawah varian sekarang,” lanjutnya.
Potensi Rilis Tahun Depan
Meski belum ada jadwal pasti, Bima memberi sinyal bahwa bila kajian berjalan lancar, tahun 2026 bisa menjadi waktu peluncuran varian baru X-Trail e-Power di Indonesia.
“Untuk timeline pastinya saya belum bisa bilang sekarang karena masih dalam tahap diskusi. Tapi semoga bisa di tahun depan, mungkin akhir tahun depan, jadi kita bisa kasih opsi tambahan ke konsumen,” imbuhnya lagi.
Jika rencana ini terealisasi, Nissan X-Trail e-Power varian baru akan memperluas pilihan di segmen SUV elektrifikasi kelas menengah, sekaligus bersaing lebih ketat dengan Toyota Corolla Cross Hybrid dan Honda CR-V e:HEV. Strategi ini juga memperkuat komitmen Nissan terhadap pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Spesifikasi X-Trail e-Power e-4orce Versi Indonesia
Model yang saat ini dijual di Indonesia menggunakan sistem dua motor listrik – masing-masing di roda depan dan belakang – dengan total tenaga hingga 203 PS + 135 PS. Penggerak empat roda e-4orce ini bekerja sepenuhnya dengan tenaga listrik, sementara mesin bensin 1.5 liter turbo berperan sebagai generator untuk mengisi daya baterai, tanpa perlu charging eksternal seperti mobil listrik murni.
SUV ini juga menawarkan lima mode berkendara: Eco, Auto, Sport, Off-Road, dan Snow. Selain itu, fitur e-Pedal dan regenerative braking membantu efisiensi energi di berbagai kondisi jalan.
Bagian interiornya dirancang dengan sentuhan premium. Tersedia kursi Anti-Gravity, AC Tri-Zone, sistem audio Bose 9 speaker, panel digital 12,3 inci, head-up display 10,8 inci, serta panoramic roof elektrik. Konektivitas modern seperti Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel juga sudah disematkan untuk kenyamanan penuh selama berkendara.
Langkah Nissan untuk menyiapkan varian X-Trail e-Power yang lebih terjangkau bisa menjadi strategi penting untuk memperkuat posisi merek di pasar SUV elektrifikasi. Dengan kombinasi teknologi e-Power dan harga yang lebih bersahabat, Nissan berpeluang menarik konsumen baru yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus membayar harga premium. (WHY/TOM)